Mei 9, 2008
· Disimpan dalam Perempuan
Suatu pagi di kantor Imigrasi, Surabaya. Saya tengah mengurus paspor bersama teman-teman. Ini adalah pengalaman pertama mengurus paspor dalam hidup saya. Kantor Imigrasi yang terletak di daerah Waru itu setiap hari saya lewati, tapi saya tidak pernah membayangkan bahwa suasana kantor di bagian belakang begitu hiruk pikuk dan ramainya setiap hari. Banyak orang antre untuk pergi ke luar negeri. Entah kebetulan atau tidak, selama 3 hari saya mengurus paspor, saya selalu bareng dengan rombongan-rombonga wanita berseragam kaos, bercelana jeans, berambut cepak yang datang dipandu oleh taoke berkacamata tebal. Saya kemudian baru tahu bahwa mereka adalah calon-calon pahlawan devisa bangsa…..para TKW kita. Nah, saat nunggu wawancara saya sempat berkenalan dengan salah satu dari mereka.
Duduk di samping saya, seorang gadis mungil cantik berambut cepak..masih sangat muda. Namanya Sudarmi, lulus SMP dari Bojonegoro. Ia mau ke Taiwan, karena ajakan buleknya yang sudah pernah ke sana. Rencananya Sudarmi akan bekerja di rumah tangga (jadi pembantu,…eh bukan house keeper maksudnya). Ia tidak harus membayar mahal untuk ke sana, karena ia sudah menandatangani perjanjian dengan PT (begitu Darmi menyebut PJTKInya) bahwa selama satu tahun PT akan memotong gajinya lima puluh persen sebagai kompensasi biaya pendidikan, pengurusan dokumen dan sebagainya. Darmi memiliki masa kontrak dua tahun, nanti kalau dinilai bagus ia bisa memperpanjang kontrak. Menurut Darmi, ia tidak mungkin melanjutkan sekolah karena orang tuanya hanya buruh tani di kampung. Dengan pergi ke Taiwan ia berharap bisa membawa uang 100 juta dua tahun lagi. Darmi ingin uang itu bisa untuk membeli sawah.
Sebelum saya berdiri untuk memenuhi panggilan wawancara dari pengeras suara, saya sempatkan berdoa untuknya…”Mbak Darmi mudah-mudahan selamat sampai di Taiwan, ya….mendapat majikan yang baik, bisa belajar banyak, bisa menabung, dan hasil kerjanya nanti berkah untuk keluarga”. “Amin…amin…terima kasih, Bu” katanya tersenyum senang. Sudarrmi, belum genap 18 tahun umurnya, saya tidak tahu dokumennya asli atau palsu, ia sangat pemberani…menyongsong masa depannya pergi ke negri mimpi.
Sumber gambar : www.panyingkul.com/rssview.php?id=451
Mei 8, 2008
· Disimpan dalam my beloved kids
Ini adalah kisah dari MI Baiturrahman, yang terletak di daerah Kertajaya Surabaya. Selama 2 tahun saya diberi kesempatan oleh Allah menjadi Kepala Sekolah dan guru kelas 1-3 disana. Banyak hal berbekas indah yang saya alami. Saya belajar banyak hal bersama anak-anak jalanan, anak-anak dari keluarga sederhana dari sekitar Pasar Keputran, Juwingan, Pucangan, dan Gubeng di Wilayah Surabaya Kota.
Pagi itu Senin, di kelas satu yang sederhana. Acara awal setiap Senin pagi setelah berdoa dan mengaji adalah story telling. Anak-anak saya minta bercerita satu persatu tentang apa saja untuk mengasah ketrampilan bahasa mereka. Dan inilah cerita Jumain, murid saya yang tinggal di bawah jembatan Pasar Keputran, di depan Gedung INDOSAT yang sangat megah. Judul ceritanya adalah OBRAKAN….(baca obrak…an). Begini ceritanya…. (Jumain adalah anak jalanan paling periang yang pernah saya jumpai, jadi saat ia bercerita kisah ini wajahnya pun berseri-seri)….
OBRAK….AN
Kemarin, di Pasar Keputran ada obrak..an. Sejak pagi, banyak Pak Polisi Kotamadya datang ke Pasar Keputran. Mereka marah-marah dan membongkar rombong-rombong. Aku dan teman-temanku takut, Kami mengintip dari balik tembok. Pak Polisi menendang rombong nasi milik Mak Yah. Tapi Mak Yah tidak menangis. Mak yah memunguti panci-pancinya. Makku lari membawa sayuran dagangan. Semua orang bingung. Pak Polisi kotamadya marah-marah karena ingin jalannya bersih. Nanti kalau aku jadi Polisi Kotamadya aku tidak akan membanting dan merusak rombong pedagang. Aku akan bicara baik-baik supaya orang tidak takut…… Akhirnya supaya tidak kena cakup kami bersembunyi di bawah jembatan…..
Kami termangu. Kami tak bertepuk tangan seperti biasanya. Jumain kembali ke bangkunya dengan gembira karena saya memberinya nilai jempol dua dan ucapan exellent……. Saya dan kita semua mungkin melihat obrakan setiap hari di layar-layar televisi dari setiap sudut kota negri ini. Tapi melihat obrakan dari kacamata kecil seorang Jumain yang tetap riang, …. goresannya tak pernah bisa saya lupakan, hingga hari ini.
Glossary :
Obrak..an : Kegiatan penertiban pedagang kaki lima untuk menjaga kebersihan dan keindahan kota
Polisi kotamadya : Sebutan untuk Polisi Pamong Praja di kalangan anak-anak jalanan Surabaya
Cakupan : Kegiatan mengambil pemulung/pengemis/anak-anak jalanan oleh Polisi Pamong Praja untuk dibawa ke Dinas Sosial, diberi penyuluhan dan dilepas lagi jika sudah ditebus dengan sejumlah uang tertentu
Mei 4, 2008
· Disimpan dalam pangan sehat,aman dan halal
Aya tidak suka buah. Saat kecil ia alergi terhadap segala macam buah bergetah (mangga, pisang, pepaya, dll..dlll). Dokter hanya memperbolehkannya makan apel atau pir. Setelah besar, saat sesak nafasnya sudah tak pernah kambuh,…ia selalu menggelengkan kepala pada setiap jenis buah yang saya tawarkan. Tentu saja ini mengkhawatirkan, sebab tanpa buah ia tak akan mendapat asupan vitamin dan mineral alamiah yang cukup. Terlalu banyak mengkonsumsi suplemen vitamin tak akan baik juga bagi tubuhnya. Untunglah saya menemukan jawabannya….salad buah termudah di dunia, yang sangat ia suka. Inilah resepnya (karena mudahnya anak-anak pasti bisa membuatnya sendiri). Siapkan buah-buahan segar pepaya, apel, rambutan, melon, semangka dll. Potong kotak-kotak (Untuk buah yang bergetah pastikan telah dicuci bersih hingga getahnya hilang). siapkan sausnya berupa setengah kaleng susu kental manis warna putih dan 4 sdm mayonaise (bisa ditambah sesuai selera). Campurkan susu dan mayo nya, jangan tambahkan air. Tuangkan dalam mangkuk buah, aduk rata…jangan lupa tambahkan parutan keju cheddar di atasnya . Insya Allah anak-anak akan menyukainya….
Tips untuk keamanan dalam mengkonsumsi buah segar :
1. Pastikan buah dicuci bersih dalam air mengalir. Air hangat disarankan untuk menghilangkan pestisida yang mungkin menempel.
2. Kupas buah, lakukan blanching agar warna buah tetap menarik, lebih tahan simpan dan bebas mikroba. Blansing adalah proses pemanasan sesaat dengan cara merebus atau mengukus buah. Lamanya blansing antara 5-7 menit. Buah yang disarankan untuk diblansing adalah pepaya, apel, nanas. Untuk semangka dan melon cukup dicuci dengan air hangat.
3. Gunakan wadah bersih untuk menyimpan. Sebaiknya wadah ditutup dengan plastik rekat sebelum disimpan di lemari es.
Selamat mencoba…..and have a healthy wonderful time with your kids!
Mei 4, 2008
· Disimpan dalam pangan sehat,aman dan halal
Bawang putih kaya akan antioksidan. Tanaman ini berfungsi menjaga kesehatan dan menangkal penyakit, mulai dari cacingan sampai kanker, serta penyakit degeneratif lain. Manfaat lain dari bawang putih adalah meningkatkan daya ingat dan kekebalan tubuh, serta mencegah penuaan dini. Reputasi bawang putih sebagai salah satu komponen penting dalam bumbu berbagai masakan dan obat penyembuh berbagai penyakit, sudah dikenal luas di seantero dunia. Bawang putih merupakan salah satu tanaman hortikultura yang sangat penting di Indonesia. Hampir semua masakan tradisional Indonesia menggunakan bawang putih sebagai salah satu komponennya yaitu sebagai bumbu dan penyedap makanan. Orang tua zaman dahulu suka mengunyah 1-2 siung bawang putih setiap hari untuk menjaga stamina dan kesehatannya. Walaupun bawang putih sudah dikenal luas di Indonesia, sesungguhnya tanaman ini bukan merupakan tanaman asli Indonesia. Bawang putih berasal dari Asia Tengah, yaitu Jepang dan China. Dari kedua negara subtropics tersebut, bawang putih menyebar ke seluruh Asia, Eropa, dan akhirnya ke seluruh dunia. (Prof. Made Astawan). Masalahnya mengunyah dua butir bawang putih bukanlah pekerjaan mudah. Rasanya yang pedas menusuk dengan aroma yang tidak bersahabat menjadi hambatan bagi saya dalam mengkonsumsinya. Nah seorang teman memberikan resep sederhana yang mudah agar saya dapat mengkonsumsi bawang puti segar setiap hari. Pertama siapkan air putih hangat, lalu potong bawang putih (disarankan bawang putih tunggal) menjadi 2-3 bagian. Makanlah bawang putih dengan menggunakan air hangat seperti kita minum obat/pil dari dokter. Maka mengkonsumsi bawang putih mentah tak lagi sulit. Selamat mencoba…!