Ini adalah kisah dari MI Baiturrahman, yang terletak di daerah Kertajaya Surabaya. Selama 2 tahun saya diberi kesempatan oleh Allah menjadi Kepala Sekolah dan guru kelas 1-3 disana. Banyak hal berbekas indah yang saya alami. Saya belajar banyak hal bersama anak-anak jalanan, anak-anak dari keluarga sederhana dari sekitar Pasar Keputran, Juwingan, Pucangan, dan Gubeng di Wilayah Surabaya Kota.
Pagi itu Senin, di kelas satu yang sederhana. Acara awal setiap Senin pagi setelah berdoa dan mengaji adalah story telling. Anak-anak saya minta bercerita satu persatu tentang apa saja untuk mengasah ketrampilan bahasa mereka. Dan inilah cerita Jumain, murid saya yang tinggal di bawah jembatan Pasar Keputran, di depan Gedung INDOSAT yang sangat megah. Judul ceritanya adalah OBRAKAN….(baca obrak…an). Begini ceritanya…. (Jumain adalah anak jalanan paling periang yang pernah saya jumpai, jadi saat ia bercerita kisah ini wajahnya pun berseri-seri)….
OBRAK….AN
Kemarin, di Pasar Keputran ada obrak..an. Sejak pagi, banyak Pak Polisi Kotamadya datang ke Pasar Keputran. Mereka marah-marah dan membongkar rombong-rombong. Aku dan teman-temanku takut, Kami mengintip dari balik tembok. Pak Polisi menendang rombong nasi milik Mak Yah. Tapi Mak Yah tidak menangis. Mak yah memunguti panci-pancinya. Makku lari membawa sayuran dagangan. Semua orang bingung. Pak Polisi kotamadya marah-marah karena ingin jalannya bersih. Nanti kalau aku jadi Polisi Kotamadya aku tidak akan membanting dan merusak rombong pedagang. Aku akan bicara baik-baik supaya orang tidak takut…… Akhirnya supaya tidak kena cakup kami bersembunyi di bawah jembatan…..
Kami termangu. Kami tak bertepuk tangan seperti biasanya. Jumain kembali ke bangkunya dengan gembira karena saya memberinya nilai jempol dua dan ucapan exellent……. Saya dan kita semua mungkin melihat obrakan setiap hari di layar-layar televisi dari setiap sudut kota negri ini. Tapi melihat obrakan dari kacamata kecil seorang Jumain yang tetap riang, …. goresannya tak pernah bisa saya lupakan, hingga hari ini.
Glossary :
Obrak..an : Kegiatan penertiban pedagang kaki lima untuk menjaga kebersihan dan keindahan kota
Polisi kotamadya : Sebutan untuk Polisi Pamong Praja di kalangan anak-anak jalanan Surabaya
Cakupan : Kegiatan mengambil pemulung/pengemis/anak-anak jalanan oleh Polisi Pamong Praja untuk dibawa ke Dinas Sosial, diberi penyuluhan dan dilepas lagi jika sudah ditebus dengan sejumlah uang tertentu